Topik kita kali ini akan membahas yakni matematika pembangunan suatu teknologi. Di mana dalam hal ini topik kali ini terdiri dari dua kata yaitu “matematika” dan “pembangunan”. Dari masing-masing kata ini memiliki arti dan definisi yang berbeda tapi memiliki keterkaitan. Dan pada kesempatan ini kami akan menjelaskan matematika dan pembangunan dalam satu pembahasan.

Matematika Pembangunan

Definisi Matematika

Secara sederhana matematika didefinisikan sebagai sebuah alat untuk memahami alam semesta. Asalkan ada suatu fenomena yang punya dinamika pasti bisa dimodelkan dengan matematika. Jadi matematika tidak hanya terkotak pada ranah sains dan engineering saja. Namun ranahnya sangat luas bahkan sampai ke permasalahan suatu negara dan sosial.

Fenomena sosial yang memiliki dinamika maha luas dengan melibatkan variabel super banyak dapat dipahami dengan mudah melalui pendekatan matematika. Biarpun penyederhanaan ini mendelete aneka variabel. Salah satu alat matematika buat memahami fenomena sosial ialah dengan system dynamics. Namun di sini tidak akan menjelaskan panjang lebar terkait tools ini.

Definisi Pembangunan

Poin kedua, pembangunan. Pembangunan didefinisikan sebagai perubahan mendasar atas struktur sosial, sikap-sikap masyarakat, dan juga institusi-instusi nasional yang sangat kompleks. Serta dalam pengkajiannya diperlukan multidisiplin keilmuan. Kekompleksan suatu fenomena bisa diurai pertama kali dengan mengidentifikasikan unsur-unsurnya. Unsur yang dimaksud adalah suatu komponen penyusun fenomena yang keberadaannya tidak bisa dihapus karena saking pentingnya.

Tingkat “penting” sangat tergantung pada model mental masing-masing pendefinisi. Sangat subjektif memang. Tapi, walaupun sangat subjektif mesti bisa diuji dimana sang pendefinisi kudu sanggup menjawab beyond the element alias menjawab pertanyaan “why”. Bayangkan seberapa banyak komponen dari suatu fenomena pembangunan. Sebagai contoh gampangnya, fenomena gagalnya mahasiswa A menembak mahasiswi B.

Dalam model mental, fenomena cinta seorang mahasiswa ialah fenomena pembangunan. Bayangkan seorang mahasiswa yang pacaran dan akhirnya menikah bakal mengalami dinamika yang menarik. Seperti halnya ngobrol permasalahan Rumah Tangga hingga negara bahkan dunia. Tak cuma ngobrol, bahkan aksi seperti halnya jalan-jalan, manjat gunung atau sekedar refreshing. Lalu ditambah aksi membuat gerakan seperti gerakan mahasiswa jomblo merdeka bangun desa, dll.

Hal ini jelas berimbas pada pembangunan. Kembali ke poin fenomena gagalnya mahasiswa A nembak mahasiswi B. Fenomena tersebut melibatkan aneka unsur penting seperti :

  • lama mengenal,
  • tingkat kegantengan / kecantikan,
  • pengalaman percintaan,
  • kesiapan bercinta,
  • tingkat ke-PD-an,
  • strategi menembak,
  • dll.

Rumus Matematika Pembangunan

Bila fenomena gagalnya percintaan saja sangat kompoleks, jelas fenomena pembangunan suatu negara akan jauh lebih kompleks lagi. Dalam mata kuliah Ekonomi – Matematika Pembangunan lanjut dimana didekati dengan pendekatan sistem, dijelaskan bahwa pembangunan (development) didefinisikan oleh :

Development (D) = technology (T) x acceptance (A) x resource (R)

Definisi pada rumus matematika pembangunan di atas menceritakan bahwa pembangunan itu diperoleh dari kombinasi yang harmoni antara :

  • technology (teknologi),
  • dukungan subjek pembangunan (dalam konteks negara yaitu rakyat), dan
  • resource (sumber daya).

Tanda kali (multiple) mengandung arti bahwa bila salah satu komponen bernilai nol (tak ada sama sekali). Maka dapat dipastikan pembangunan tak akan terjadi.

Kembali ke persolan gagalnya percintaan di atas. Bila mahasiswa A dan mahasiswi B ada (R = 1), keduanya saling suka dalam diam (A = 1). Namun malu untuk sekedar say hello (T = 0), maka jelas percintaan tidak akan pernah terjadi (D = 0). Maka ketiga elemen tersebut dapat disebut elementer dalam pembangunan.

Kembali ke persolan pembangunan yang lebih luas yaitu dalam skala negara. Mengidentifikasi unsur-unsur penyusun (T), (A), dan (R) jelas sangat rumit dan kompleks. Ini jelas diperlukan analisis yang mendalam untuk nantinya diperoleh perilaku (behavior) yang representatif.

Dalam modeling terkait dengan hal ini akan dipakai pendekatan system dynamics. Salah satu kelebihan metode ini yaitu mampu menggambarkan keterkaitan antar elemen untuk lalu diamati perilakunya. Selain itu, alat ini mampu menerobos dinding pembatas antar keilmuan, jadi tidak terkotak-kotak.

Belajar Jadi Pengusaha Digital bersama Komunitas SB1M

Sekian info tentang matematika pembangunan suatu teknologi, semoga artikel ini mencerahkan Anda. Mohon artikel matematika pembangunan ini diviralkan biar semakin banyak yang memperoleh manfaat.

Referensi: